Remaja bagi Kristus











{October 27, 2009}   G. PROBLEM PENDIDIKAN

DROP OUT

Perkembangan masalah drop out dari sekolah di Amerika Serikat (McDowell, 1996) adalah:

  • Pada 1986, sebanyak 25 persen remaja di AS drop out dari sekolah mereka
  • Pada 1992, tiap hari ada 2.200 remaja di-drop out dari sekolahnya

Penyebab drop-out di AS menurut McDowell (1996) adalah

  • Frustasi karena tuntutan sekolah
  • System pendidikan yang salah
  • Frustasi

MEMILIH JURUSAN

Dalam konteks pendidikan SMU di Indonesia, memilih dan masuk ke jurusan pendidikan sering menjadi masalah. Remaja yang masuk jurusan IPA merasa lebih hebat daripada yang masuk jurusan IPS, misalnya. Anak-anak IPS merasa minder dan tertolak.

Hal itu disebabkan karena salah pengajaran. Para guru, orangtua, dan masyarakat kurang paham soal ilmu pengetahuan sehingga berpandangan demikian. Karena itu sangat penting untuk memberi pelurusan pemahaman.

Salah satu pandangan yang harus ditanamkan adalah kebenaran tentang multi kecerdasan. Bahwa kecerdasan tidak hanya melulu misalnya pandai matematika atau berhitung. Ada banyak jenis kecerdasan. Karena itu jika seorang remaja tidak atau kurang cerdas di satu bidang, ia tidak perlu minder sebab ia mungkin memiliki kecerdasan-kecerdasan di bidang lain.

Otak yang multi dimensional mempunyai kemampuan untuk menghasilkan beragam jenis kecerdasan. Howard Gardner dalam bukunya berjudul Frames of Mind menjelaskan teori tentang multi-kecerdasan. Menurut Gardner, minimal ada 8 jenis kecerdasan (Colin Rose dan Malchom J. Nichol, 2006).

  • Kecerdasan linguistik (bahasa). Charles Dickens, Abraham Lincoln, dan Sir Winston Churchil adalah orang-orang yang cerdas dalam berbahasa.
  • Kecerdasan logis-matematis, yaitu kecerdasan dalam berpikir logis dan sistematis. Contohnya adalah Albert Einstein dan John Dewey.
  • Kecerdasan visual-spasial. Ini adalah kecerdasan untuk berpikir dengan visualisasi seperti pada seorang arsitek, seniman, pemahat, fotografer, dan perencana masa depan. Picasso, Columbus, dan Frank Lloyd adalah contoh-contohnya.
  • Kecerdasan musikal. Tidak semua orang bisa bermain musik, apalagi mencipta lagu dan menggubah komposisi musik. Kalau kita ikuti kompetisi American Idol, kita akan tahu betapa menyanyi itu sangat sulit. Kemampuan musik bukan sekedar skill, tetapi inteligensi.
  • Kecerdasan kinestetik, yaitu kemampuan menggerakkan tubuh. Para atlet, penari, pemain pantomim, dan pemain sirkus adalah orang-orang cerdas. Tidak semua orang bisa seperti Charlie Chaplin, Michael Jordan, dan Rudolf Nureyev.
  • Kecerdasan interpersonal, yaitu kecerdasan dalam melakukan hubungan dan membangun kerjasama dengan orang lain. Ini lebih dari sekedar berjiwa sosial, tetapi sebuah kecerdasan. Mahatma Gandhi, bunda Theresa, dan Oprah Winfrey adalah orang-orang yang hebat dalam bidang ini.
  • Kecerdasan intrapersonal, yaitu kecerdasan untuk menganalisa diri sendiri. Para filosof, pertapa, ahli meditasi, dan ahli jiwa mempunyai kecerdasan semacam ini. Plato, Sigmund Freud, dan Eleanor Roosevelt adalah beberapa contoh yang terkenal.

Kecerdasan naturalis, yaitu kecerdasan untuk memahami kehidupan alam. Para pendaki gunung, pecinta alam, ahli pertanian, dan ahli biologi adalah orang-orang naturalis. Charles Darwin menciptakan teori evolusi yang spektakuler, yang tak terpikirkan orang sebelumnya, karena memiliki kepekaan naturalistik.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

et cetera
%d bloggers like this: