Remaja bagi Kristus











{October 27, 2009}   B. MASALAH EMOSIONAL

MENINGGINYA EMOSI

Psikolog Elzabeth Hurlock (1997) mengatakan bahwa masa remaja ditandai dengan meningginya emosi. Perasaan remaja tidak stabil. Di satu sisi remaja mudah terbakar dan di sisi lain mudah terluka. Karena itu remaja mudah mengalami berbagai-bagai masalah emosional.

KESEPIAN

Beberapa remaja merasa kesepian atau kesendirian. Ia merasa tidak mempunyai siapa-siapa di tengah hiruk-pikuk kehidupan ini. Menurut Josh McDowell (1996, hal 24) ada beberapa penyebab rasa kesendirian yang terjadi pada remaja yaitu:

  • Gambar diri yang buruk. Menilai diri sendiri sebagai serba negative, buruk, jelek.
  • Kurang hangatnya hubungan-hubungan dalam keluarga.
  • Kehidupan masyarakat yang individualistis, terutama di kota-kota besar.
  • Ketakutan.
  • Adanya permusuhan dengan orang lain.
  • Ketidakmampuan berkomunikasi dengan orang lain/teman.

Dalam buku Loneliness: The Search for Intimacy, Ellison sebagaimana dikutip McDowell (1996) ada beberapa penyebab terjadinya rasa kesepian/kesendirian seperti

  • Kesedihan
  • Merasa ditak dibutuhkan
  • Keterpisahan secara fisik
  • Tertolak/ditolak
  • Sakit jasmani
  • Kesibukan
  • Ditinggal mati teman/sahabat/keluarga
  • Hubungan yang retak

KECEMASAN

Kecemasan berlebihan juga sering menyerang remaja. Menurut Josh McDowell (1996) ada beberapa penyebab terjadinya rasa cemas itu:

  • Adanya ancaman dari teman atau orang lain yang memusuhi
  • Konflik
  • Ketakutan atau adanya sesuatu yang menakutkan
  • Kebutuhan-kebutuhan yang tidak terpenuhi

RASA BERSALAH BERLEBIHAN

Kondisi emosi yang tidak stabil menyebabkan remaja sering merasa bersalah secara berlebihan. Menurut Josh McDowell (1996) ada beberapa penyebab rasa bersalah yaitu:

  • Perasaan rendah diri atau minder
  • Tekanan social
  • Rasa berdosa di hadapan Tuhan karena telah melakukan dosa tertentu.

KEMARAHAN

Emosi remaja sering meledak-ledak. Menurut Josh McDowell (1996) ada beberapa penyebab kemarahan remaja yaitu:

  • Frustasi
  • Dilukai
  • Diperlakukan tidak adil
  • Rasa takut

DEPRESI

Depresi sering diartikan sebagai kondisi jiwa yang diliputi kesedihan berlebihan. Namun psikolog lebih melihat  depresi sebagai gejala disorder psikoneurotik atau psikotik. Tanda-tanda depresi antara lain kesedihan, ketidakaktifan, sulit berpikir, sulit berkonsentrasi, perubahan (naik atau turunnya) nafsu makan, sulit tidur, rasa putus asa, dan terkadang rasa ingin bunuh diri.

Ahli psikiatri bernama John White sebagaimana dikutip Josh McDowell (1996) mengklasifikasi depresi (depressive illness) sebagai berikut:

  • Primary depression
    • Bipolar, kondisi mood berubah-ubah dari sedih ke senang dan sebaliknya
    • Unipolar, kondisi mood yang tidak wajar
  • Sekondary depression, merupakan gejala sakit kejiwaan oleh sebab sakit mental atau sakit jasmani

Menurut Josh McDowell (1996) ada beberapa penyebab depresi yang dialami oleh remaja yaitu:

  • Penyebab-penyebab fisik seperti sakit, kecanduan obat, menstruasi, dll
  • Adanya penolakan oleh orangtua
  • Dilecehkan
  • Pikiran negative
  • Tekanan kehidupan
  • Kemarahan
  • Rasa bersalah berlebihan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

et cetera
%d bloggers like this: