Remaja bagi Kristus











{October 27, 2009}   I. REMAJA DALAM ALKITAB

YUSUF

Yusuf adalah seorang tokoh besar, orang nomor dua setelah Firaun di negeri Mesir. Ia adalah pemimpin yang berhasil menyelamatkan bangsa dari kesukaran masa paceklik. Yang hebat, ia mengalami lompatan hidup yang luar biasa, dari budak, pesakitan, sampai akhirnya menjadi pemimpin besar.

Kesuksesan Yusuf sebenarnya dimulai sejak masa mudanya. Bagaimana kehidupan masa remaja Yusuf? Panggilan illahi diterima Yusuf sejak dirinya masih remaja: ”…Yusuf, tatkala berumur 17 tahun – jadi masih muda….” (Kej 37:2). Apa yang terjadi pada masa remajanya itu?

  • Yusuf dimanja oleh orangtuanya: ”Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia” (Kej 37:3)
  • Yusuf tekun bekerja, menggembalakan kambing domba (Kej 37:2)
  • Yusuf hidup benar, tidak jahat seperti saudara-saudaranya (Kej 37:2)
  • Yusuf mendapat mimpi (visi) dari Tuhan (Kej 37:5-11)
    • Yusuf mendapat beberapa mimpi. Hal itu menunjukkan bagaimana Tuhan menyatakan panggilan dan visi-Nya secara intensif kepada Yusuf.
  • Yusuf menceritkan mimpinya itu kepada saudara-saudaranya dengan lugunya, bukan dengan maksud menyombongkan diri (Kej 37:5-11)

Kehidupan masa remaja Yusuf menjadi kunci sukses Yusuf pada masa-masa berikutnya. Pelajaran dari kehidupan Yusuf untuk remaja Kristen masa kini adalah:

  • Tekun bekerja
  • Hidup benar sekalipun berada di lingkungan sosial (saudara-saudaranya) yang jahat
  • Mempunyai hubungan karib dengan Tuhan sehingga diberi mimpi. Kehidupan mimpi masa mudanya kudus sehingga Tuhan berbicara kepadanya lewat mimpi.

Beberapa kekurangan dan kesalahan yang dilakukan Yusuf yang perlu diwaspadai remaja Kristen masa kini adalah

  • Keadaan dimanja oleh orangtua membuat remaja tidak peka terhadap lingkungan sosial. Karena dimanja, Yusuf menjadi kurang berhikmat ketika menghadapi saudara-saudaranya yang jahat.
  • Tuhan akan menggembleng remaja yang manja supaya kuat mentalnya. Karena itu Yusuf diijinkan Tuhan dibuang, dimasukkan sumur, dijual, dan meniti karir dari bawah. Tujuannya adalah pembentukan mental dan karakter.
  • Remaja sering terlalu polos dan menceritakan visi/cita/mimpinya secara prematur. Yusuf terlalu lugu sehingga begitu mendapat mimpi langsung menceritakannya sehingga justru tidak mendapat dukungan. Remaja perlu berhikmat dan mengejar kapasitas SDM dulu sehingga apa-apa yang dibagikannya direspek orang.

DAUD

Daud adalah raja Israel yang besar. Ia sudah menerima panggilan illahi, diurapi, dan mengukir sejarah kemenangan pada masa remajanya. Bagaimana pengalaman pada masa remajanya itu?

  • Daud memiliki keunggulan hati di hadapan Tuhan. Hal itu terlihat dari bagaimana pesan (teguran) Tuhan kepada nabi Samuel saat memilih Daud untuk diurapi. Firman Tuhan, “Janganlah pandang parasnya atau perawakannya yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mana, tetapi Tuhan melihat hati” (1 Sam 16:7).
  • Daud adalah seorang pekerja yang tekun, penggembala domba yang tekun, bertanggungjawab dan bekerja keras, bahkan berani melawan singa dan beruang untuk melindungi kawanan ternaknya itu (1 Sam 16:11; 17:34-36).
  • Daud menyerahkan diri kepada hamba Tuhan dan diurapi Tuhan (1 Sam 16:13)
  • Daud adalah seorang penyembah/pemazmur bagi Tuhan yang diurapi, penyembahannya membuat roh-roh jahat pergi (1 Sam 16:18, 23)
  • Daud cinta Tuhan dan tidak mau ada orang mencemoohkan Tuhan (1 Sam 17:26-27)
  • Daud diremehkan kapasitasnya karena dia hanya seorang penggembala, bahkan dianggap jahat karena sok berani (1 Sam 17:28)
  • Daud diremehkan raja Saul karena masih muda dan belum kerkapasitas (1 Sam 17:33)
  • Daud adalah orang yang beriman. Ia tidak melupakan penyertaan Tuhan di masa lalunya dan memakai pengalaman itu untuk menumbuhkan imannya – pengalaman melawan singa dan beruang sebagai diyakininya sebagai penyertaan Tuhan yang mana dari situ ia yakin bahwa Tuhan akan menyertainya saat melawan Goliat (1 Sam 17:34-37)
  • Daud belum profesional, memakai pedang dan baju perang saja tidak bisa (1 Sam 17:38-39)
  • Daud berani melawan Goliat semata-mata karena iman dan urapan Roh Kudus. Kata Daud kepada Goliat, ”Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam (Yehovah Sabaoth), Allah segala barisan Israel yang kautantang itu” (1 Sam 17:45). Dan Daud pun mengalahkan Goliat.

Daud memiliki beberapa kekuatan rohani yang patut diteladani oleh remaja Kristen

  • Memiliki hati yang murni sehingga diperkenan di hadapan Tuhan
  • Tekun bekerja
  • Menyerahkan diri kepada Tuhan untuk diurapi Tuhan sejak remaja
  • Hidup sebagai penyembah Tuhan
  • Obsesinya adalah memuliakan Tuhan
  • Tidak marah atau sakit hati saat diremehkan, direndahkan, diangggap tidak baik
  • Pemberani karena Tuhan
  • Hidup beriman, menjadikan setiap pengalaman masa silam untuk membangun iman yang positif guna menghadapi tantangan masa depan
  • Mengandalkan Tuhan saat menghadapi masalah besar

Kekurangan Daud yang harus disadari remaja Kristen adalah

Daud di masa remaja masih kurang dalam pengembangan SDM menurut standar kompetensi profesionalitas yang ada. Saat remaja, kapasitas Daud masih terbatas. Kelak di kemudian hari, setelah ia menjadi tentara profesional, Daud meraih prestasi berlipat ganda – Saul hanya mengalahkan beribu-ribu sedangkan Daud mengalahkan berlaksa-laksa musuh (1 Sam 18:7). Artinya, beriman, diurapi, dan plus SDM profesional telah mengantarkan Daud mencapai pencapaian-pencapaian yang luar biasa. Kalau sejak remaja kita sudah mengembangkan SDM, pasti prestasi yang diraih akan luar biasa. Namun harus diingat bahwa SDM unggul tanpa disertai Tuhan tidak akan berarti apa-apa.



et cetera
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.